header image
 

Dark Poet of Mine!

Walaupun tidak sering, gw masih suka nulis puisi. Dulu waktu SMA dan kuliah puisi gw beragam temanya, dari tema umum seperti cinta sampai tema yang berbau “mulia” kayak humanity sampai puisi parodi tentang ngantuknya gw pas pelajaran bahasa Arab di kelas.

Akhir2 ini gw semakin takut nulis puisi. Karena setelah gw baca2 tema2 puisi gw semakin menakutkan. Coba deh baca yang satu bait dari”ANGIN MUSIM KEMARAU” ini

Menunggumu, menunggu angin musim kemarau

Kala udara begitu pekat panas

Meregang kulit, memuntahkan rembesan keringat kental

Datang kemudian angin melaju

Dingin, Kering, Sendu

Atau bait yang lain dari “TERBAKAR”

Tidak mungkin kamu bisa tahu

Kalau saya tenggelam

Kalau kamu adalah penyulut apinya

Pembawa obornya

Membakar seluruh saya

Yang sedang ditenggelamkan beribu air

See…..???? Satu dua bait memang kadang mewakili hati gw kalau lagi “sendu”. Tapi seringkali, gw sendiri tidak tahu apa maknanya. Gw hanya suka bermain dengan kata-kata. Misalnya puisi “TERBAKAR”, gw suka dengan menyatukan kata terbakar dengan tenggelam (karena sepertinya tidak mungkin orang terbakar dan tenggelam sekaligus!) Tapi setelah jadi…gw jadi merinding sendiri, puisi gw menakutkan sekali! Bahkan gw pernah menulis puisi tentang kematian….

Lalu datang malaikat menghampiriku

Dia tangkupkan sayapnya

Menunduk di dekatku

Dan aku tahu aku telah terbaring disini

Menatap matahari, diam dan mati…….

I don`t get it…….I really don`t get it! Bagian mana dari diri gw yang begitu gelapnya?????

Am I SMART?

Pernah iseng, mengirimkan sms ke teman-teman gw, describe me in 3 words. Jawabannya bervariasi : tapi satu kata yang selalu nongol. Smart.

Harusnya seneng ya dibilang smart??? Itulah masalahnya, itu hal yang selalu dikatakan orang ke gw yang menurut gw paling nggak masuk akal. Gini loh menurut gw itu, gw itu orangnya paling gak suka kalau disuruh ngomongin topik-topik yang kalau elu bisa ngomong hal itu dengan baik..semua orang akan bilang elu smart. Misalnya, “gw itu paling males disuruh ngomong soal hukum, my major in university”, “ngomongin soal politik”, “gender equality”, “agama”, “ideologi” aduh pokoknya hal-hal itulah, yang sering dibicarakan orang di talk show di TV-TV.

Parahnya temen2 gw ahli banget soal itu, kalo mereka sudah ngomong tentang itu…gilaaaa keren bgt! Entah berapa buku yang mereka sudah baca. Makanya suka minder kalo ditanya, “Damay, kamu sudah baca buku tentang ini gak?? Ini hasil penelitian tentang kondisi masyarakat..bla..bla…” Gw dengan senyum dikulum akan bilang “belum…” dan mereka dengan bersemangat akan bilang”kamu harus baca ini Damay, ini sangat berguna untuk program kita sekarang…”

Haduh…..inilah masalahnya. Gw tuh gak suka banget dengan buku-buku semacam itu. Buku tebal yang gw baca tuh Harry Potter atau John Grisham, ukan hasil penelitian, kumpulan kebijakan atau teori-teori tentang ideologi dan ekonomi global bahkan teori-teori tentang hukum dimana gw dapat SH dari situ…..Gw lebih suka baca feature atau laporan kuliner di koran atau majalah daripada headline-nya. Ada juga temen gw yang bilang, “baca novel itu bagus, tapi pikiran itu juga harus diisi dengan buku-buku yang nggak fiksi Dew”

Hiks, itulah mengapa gw paling nggak nyaman dibilang smart, soalnya kalo berhubungan dengan pekerjaan gw, gw rasa gw orang paling oon di dunia. Nah elu kan dulu selalu lulus dengan predikat “Ter…..’ sejak SD,SMP,SMA,sampai kuliah….. Ya ampyun cinta, itu juga gw nggak ngerti. Kayaknya itu hasil ilmu “the secret” gw…Secara rangking gw tuh jaman sekolah nggak pernah bagus-bagus amat. Bahkan pernah cuma nomor 4 dari bawah pas SMA..hi…hi…. Gw cuma bilang ama Tuhan, “Tuhan mungkin lucu juga ya, kalau dikasih nilai tertinggi pas ujian akhir” Mungkin menurut Allah, doa gw lumayan imut dan tulus..so dikabulkan deh….!

Jadi..Am I Smart? Pls, convince me that I am smart!

Band Rock Bersuara Cheer…..!

Kemarin dengan sisa - sisa batere leptop gw yang nggak bisa gw colokin karena listrik di kos padam, gw pasang Media player dengan lagu-lagu Creed dari album Weathered trus U2 dari album How dismantle The Atomic Bomb. Ingatlah gw dengan masa-masa itu..pas tahun ke 1-3 kuliah. I love rock music so much!

Lagu-lagu rock waktu (antara 2001-2004) entah mengapa ngena banget di gw. Gw tergila-gila dengan suara Scott Stapp, Amy Lee dan Chad Krueger bahkan Aaron Lewis-nya Staind. Suara mereka berat, menggelegar..gimana gitu. Bahkan gw rela-rela aja waktu Billy Joe-nya Green Day mengatakan suara semua terdengar sama, sepertri Cheer sedang nyanyi rock! Hua..ha…ha…emang bener sih, gw sering salah kira kalau ada lagu baru. Yang gw kira Nickelback, ternyata Staind, pernah juga ketuker ama Seether….

Tapi lirik-liriknya itu loh..dalem banget. Saking dalemnya…kalau lagi broken heart jangan dengerin My Immortal-nya Evanessence. Bakal menangis tersedak-sedak ingus elu sendiri..(jorok yach??) Kalau lagi desperate jangan dengerin “One Last Breath”-nya Creed…bisa-bisa tambah malah depresi.

Lah kalau semua-semua nggak boleh, trus dengerin mana Dew? Dengerin aja semua, selama nggak lagi broken herat dan depresi. Kalau lagi dalam 2 keadaan itu ya….dengerinnya Red Hot Chili Pepper, SOD, Limp Bizkit aja…..dijamin Semangat dan kuping…Budeg!

Kalo sekarang??? Secara jaman Band-Band bersuara Cheer sudah lewat, gw masih belum teridentifikasi lagi selera gw. Masih setia ama Linkin Park dan U2, cuma untuk yang lain??? Kadang suka kadang nggak. Kemarin sih sempat sering mendengarkan Brit Rock. Habis alirannya aneh-aneh….tomorrow, who knows!

Pidato Wisuda

Jelek2 gini, gw dulu disuruh jadi perwakilan mahasiswa UGM ngasih pidato wisuda. Lah kok ngomongin pidato wisuda??? Kan udah 3 tahun lalu?? Sebenarnya sih tadi iseng buka old file dan nemuin naskah pidato wisuda yang ternyata terselip di folder yang judulnya Dewi X-Kul.

Ketika baca..ternyata pidato wisuda yang gw buat dengan tangan gw sendiri itu cukup mengharukan. Makanya dulu temen sekos gw yang wisuda bareng gw pernah ngomong kalau dia sempat nangis. Gw sih nggak percaya waktu itu, lah wong gw yang diatas podium aja kaki gw bergetar hebat..nervous bo! Saking gemeterannya, tahu-tahu sudah ada tepuk tangan dan gw harus turun dari podum…pufffhhh!

Masalahnya gara2 baca pidato wisuda itu gw ingat ultimatum bokap tercinta. Gini kata Tuan Takoor (julukan gw buat bokap karena hobi beli tanah),

“Nduk, kamu dah lulus berapa tahun yang lalu??”

” Hmmm….3 tahun pak”

Dalam hati, mati gw pasti disuruh kawin, secara umur udah beranjak dari 25!

“Nah kalau seumpama kamu langsung ngambil S2 pasti kamu dah lulus”

Langsung terdiam panjang…olala ternyata soal S-2 yang dari dulu dikampanyekan ma bokap (tetep…mati gw!)

Mencari alasan, “anu lagi ngumpulin duit buat S2″

Bokap menyahut, “kalau kurang, fifty-fifty ma bapak”

Alasan lain, “Masih cari jurusan yang cocok. Di Jakarta nggak ada”

Pukulan kedua, “Masa nggak ada, di jakarta kan universitas banyak banget”

Alasan ketiga, ” Mau cari beasiswa ke luar negeri”

Skak Mat, “Kamu kan dah bilang kayak gitu sejak dulu, belum dapat2 juga!”

Akhirnya gw nyerah. Tahun ini gw harus S2, entah dimana….Padahal bokap gw belum mendengar alasan terakhir gw yang benar2 paling masuk akal, “Takut disuruh pidato lagi…ha….ha…..”

The Traveller Movies

Little Miss Sunshine - perjalanan sebuah keluarga yang terdiri dari ayah yang frustasi dengan kehidupan keluarganya, ibu terjebak kehidupan rumah tangga, anak laki-laki mereka yang kogok bicara selama 2 tahun, Violet si putri bungsu, kakek yang hobi menonton video porno dan paman yang tidak stabil mentalnya. Keluarga yang kacau balau ini bersama-sama mengantarkan si bungsu, Violet untuk mengikuti kontes Little Miss Sunshine dengan mobil VW keluarga yang mogok setiap kali distarter. Maka, terjadilah adegan yang lucu, memancing emosi, haru, dan penuh kekacauan sepanjang filem ini.

Adegan dalam Le Grand Voyage

Adegan dalam Le Grand Voyage

Le Grand Voyage- Berkisah tentang perjalanan Redha mengantar ayahnya untuk melakukan ibadah haji. Mereka bermobil dari Paris ke mekkah. Masalahnya adalah Redha yang lahir dan besar di Paris sudah menjadi orang yang sekular. Dia tidak pernah shalat dan berpacaran dengan gadis non muslim. Sedang si Ayah yang berimigrasi dari Marokko ke Prancis 30 lalu, masih memegang kuat nilai agamanya dan hampir-hampir tidak mengenal dunia si anak. Jadilah dalam film ini kita melihat benturan antara 2 budaya dan generasi yang diceritakan dengan manis. Redha selalu berbahasa Prancis dan ayahnya lebih sering berbahasa Arab….

Daarjeling Limited - Perjalanan 3 orang bersaudara (Francis, Peter dan Jack) menggunakan kereta Daarjeling limited setelah beberapa tahun mereka tidak saling berhubungan. Francis sang inspirator perjalanan ini menjelaskan pada 2 saudaranya bahwa ini dalah perjalanan spiritual dan untuk menjumpai ibu mereka, yang meninggalkan mereka bertahun-tahun, dan menurut kabar si ibu menjadi biarawati di puncak himalaya. Masalah dimulai dengan keengganan Peter dan Jack untuk mengikuti perjalanan ini, karena yah..kakak mereka sangat pengatur dan mereka sangat kecewa pada ibu mereka yang tidak pernah mengunjungi mereka, bahkan saat ayah mereka akan dikuburkan. Selamat datang di perjalanan 3 orang eksentrik yang selalu ketinggalan kereta ini.

Oh ya….Gw suka banget nonton traveller movie. Apalagi dengan tema keluarga yang ada campur aduk antara komedi, drama dan cinta di dalamnya. Film seperti itu biasanya sederhana tapi dalam sekali. Film seperti ini cocok ditonton rame2 bareng keluarga dan temen2 kalo lagi libur. Banyak adegan sederhana yang menyentuh. Setidaknya buat gw yang libur akhir tahun dengan nonton DVD di kamar, Hiks!!. Trust me, you`ll be love too….!

Aku Menepati Janjiku, Little Angel!

Ketika, Alfa Milano, keponakan gw terkena leukemia 3,5 tahun lalu, gw jadi tahu susahnya dapet darah itu. Walaupun dokternya dah bilang, kalau si Alfa harus dapat 3 kantong darah hari ini, 2 untuk trombosit dan 1 untuk HB-nya, tapi belum tentu hari itu hari ini kita dapat ketiga-tiganya. Lebih parahnya, belum tentu kami dapat darah hari ini. Kadang-kadang, Kakak gw harus 2-3 kali ke PMI dalam sehari untuk menanyakan apakah sudah ada persediaan darah golongan B hari ini. Itupun pagi memasukkan request, malam kadang baru dapat, hanya 1 kantong lagi. Kadang, gw dapat tugas untuk mengambil darah di bank darah Rumah Sakit Dr. Soetomo (kalau stok sedang ada) dan elu tahu bagaimana rasanya membawa sekantung darah itu?? You feel like you hold a life in your palm hand.

Gw pernah ikut juga ke kantor PMI Surabaya dan melihat orang-orang berbaris menunggu jatah darah, karena hari itu libur nasional, jadi persediaan darah di PMI benar2 menipis. Padahal, waktu itu HB si Alfa terjun bebas setelah kemoterapi. Trust me, siapapun yang sedang antri hari itu, anak, bapak-ibu, saudara, istri, kekasih, teman mereka sedang berhitung dengan waktu, apakah hari ini masih ada harapan atau tidak. Bahkan, kalau dibolehkan, rasanya tidak apa darah kita diambil tiap bulan, asal ada senyum lagi pada wajah anak-anak berwajah pucat dengan rambut menipis yang ada di bangsal onkologi anak itu. Sejak itu gw berjanji, selama gw sehat, gw akan mendonorkan darah gw.

 

Tapi Tante Alfa ini memang payah sekali. Baru 2 tahun setelah “My Little Angel” meninggal, gw baru ingat kalau gw pernah janji untuk mulai jadi pendonor. Akhirnya setelah tanya Om Google, gw tahu alamat PMI Jakarta di Jalan Kramat Raya, yang sebenar-benernya nggak jauh2 banget dari kos gw. Rasa jarumnya masih sama dengan 2 tahun lalu, nggak menyakitkan (masih lebih sakit digigit semut merah endut di pohon rambutan, belakang rumah gw). Yah lumayanlah, sebagai starting gw dah dapat cap 2 kali di kartu donor gw hii…hi…. Selain itu, bisa cek hepatitis, HIV dan……………….ehm Syphilis gratis tiap 3 bulan! Imbalannya? Ah, cukup dengan mengkhayalkan kalau darah gw bakal dipakai oleh cowok ganteng yang lagi nggak terbaring kena demam berdarah, cukup menyenangkan kok! Soal baik untuk kesehatan atau perasaan senang karena sudah menolong sesame, Itu Cuma Bonus.

Memaafkan dan Menyembuhkan…

My Friend, sitting next my desk, pernah menanyakan pada gw kok gw sering sekali memakai Shout out “Memaafkan dan Menyembuhkan…” Sebenarnya itu gw ambil dari salah satu episode Oprah Winfrey Show. Tentang bagaimana memaafkan bisa menyembuhkan rasa sakit dalam batin seseorang.

Salah seorang guest Oprah mengalami hal sama sekali tidak ada dari kita yang menginginkannya. Dia seorang Ibu, rumahnya dirampok dan dia ditembak 3 kali di tubuhnya oleh si perampok yang ternyata masih sangat muda.Ibu itu dibiarkan sekarat di rumahnya, namun Subhanallah dia masih diberi kehidupan oleh Sang pencipta. Tentu saja, butuh 2 tahun untuk ibu itu bisa memulihkan kondisi fisiknya. Itupun matanya buta sebelah dan saraf motoriknya tidak berfungsi sebelah dan sekarang untuk berjalan kemana-mana dia memangkai bantuan alat khusus.

Yang hebat dari si Ibu ini adalah dia datang ke penjara, mendatangi 2 orang yang hampir menghilangkan nyawanya dan mengatakan pada mereka, “Saya memaafkan kalian atas perbuatan kalian kepada saya” Dua orang narapidana muda itu menangis, karena merasa mereka tak pantas mendapat kata maaf dari si ibu. Kalau tidak salah waktu itu dia berkata, “Saya perlu memaafkan mereka untuk melanjutkan hidup saya tanpa menyiksa diri saya dengan kebencian”

Gw juga merasakan hal yang sama. Bedanya, daripada yang dialami oleh ibu itu, apa yang gw rasakan memang tidak ada apa-apanya. But, Pain is pain, rite? Ingin sekali melakukan hal yang sama dengan ibu itu, memaafkan orang yang telah menyakiti kita. Tapi ternyata My Heart is not big enough. Dan benar apa yang dikatakan oleh salah satu Guru dalam “The Secret”, “Kebencian itu seperti kita sedang minum racun, tapi mengharapkan orang lain mati karenanya”

Then why this heart is so hard to forgive????

COZ JAKARTA, HATES PEDESTRIAN!!!

Baru saja gw berpikir, menurut gw para pejalan kaki di Jakarta adalah manusia paling pemberani di dunia. Kami*karena gw memasukkan diri gw ke dalamnya* adalah manusia-manusia yang diberi kemampuan luar biasa oleh Allah untuk tetap hidup di belantara Jakarta itu. Kemampuan khusus itu antara lain:

Paru-parudengan saringan extra timbal dan carbon: untuk menghirup asap yang berwarna hitam dan menghembuskannya kembali tanpa terbatuk-batuk dan tanpa bantuan semprotan oksigen.

Kaki yang kuat dan perkasa untuk mendaki dan menuruni jembatan penyeberengan, dan pastinya harus lincah, untuk berjalan di sela-sela mobil ketika lampu merah dan berlari secepatnya ke sisi jalan yang lain karena di lampu selanjutnya sudah berwarna kuning.

Mata asli yang ada di depan dan mata imaginer di belakang. Mata yang di depan berguna untuk melihat apakah trotoar di depan tidak berlubang, apakah tidak ada selang abang tukang tambal ban yang terulur, dan untuk memutuskan kapan harus turun ke badan jalan karena abang tukang bakso sudah menghabiskannya untuk tempat dagangannya. Mata imaginer di belakang, hanya diberikan untuk pejalan kaki yang berdomisili di Jakarta, karena mata imaginer ini harus melihat apakah ada motor yang meng-okupasi trotoar milik kita, tiba-tiba nongol di belakang. Karena jika mata imaginer tidak tersedia, suara klakson yang hanya berjarak 20 cm di belakang kita bisa beresiko menyebabkan penyakit jantung,penyakit mulut (umpatan) dan kecacatan.

Hidung dengan bulu getar paling tidak sensitive di dunia, untuk mengurangi sebanyak mungkin efek bau-bauan dari tumpukan sampah di pinggir jalan dan sungai yang warnanya hitam metalik.

Telinga dengan gendang yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Dibuka untuk menangkap bunyi klakson baik yang terdengar atau tidak (karena belum dipencet) dan ditutup kalau mendengar bunyi sumpah serapah orang (entah karena karena hampir ditabrak atau mau menabrak)

Hmmm…maaf ya bapak-bapak dan ibu-ibu pengendara mobil dan motor di Jakarta raya tercinta….tulisan saya memang agak hiperbola. Mungkin kadang-kadang kita juga yang salah karena nyebrang sembarangan padahal sudah dikasih jembatan penyeberangan segede itu. Tapi sekali lagi….ini adalah akumulasi kekecewaan. Kekecewaan kepada pemerintah Negara ini, yang kurang aware buat pejalan kaki. Kekecewaan buat orang-orang di metropolitan yang semakin egois dan nggak ada tenggang rasa lagi. Kekecewaan pada diri sendiri yang….naik motor aja nggak bisa….ha….ha……!!

Ketika Sepatu-sepatu Berdemo

Gara-gara pindah kantor, atau lebih tepatnya, gara-gara hobi gw jalan kaki….maka sepatu-sepatu gw melakukan demo akbar. Tiga sepatu yang gw buat gantian ke kantor tiap hari jebol semua. Rata-rata kerusakannya adalah berpisahnya sol dan badan sepatunya. Yah benar teman…gw memang pemakai sepatu yang “cukup biadab”…ha..ha…ha….

Pada dasarnya, gw penggemar sepatu yang nyaman dipakai. Nyaman disini ada dalam 3 definisi : 1. Alas Datar, kalaupun tinggi harus model wedges 2. Mudah dilepas dan dilemparkan ke bawah meja. 3. No stiletto, it looks painful in my legs…aww! Jadi jangan pernah membayangkan gw memakai sepatu berhak setajam paku apalagi dengan ketinggian di atas 7 cm..walaupun mereknya Manolo Blahnik sekalipun! (maksudnya kalau mereknya itu, gw nggak mampu belinya..ha…ha…) Kacaunya, dengan definisi nyaman yang gw sebutkan tadi, ternyata tidak mampu mengurangi laju kerusakan sepatu gw pffhhh!

Sepatu dengan aksen benang sol di bawahnya

Sepatu dengan aksen benang sol di bawahnya

Balik ke cerita 3 sepatu gw yang rusak setelah gw dhalimi itu, akhirnya 2 di antaranya gw betulin alias gw titipin di tukang sol. Hasilnya…yang satu (tuh yang gambarnya nongol di atas) masih bisa gw bawa ke kantor walau entah untuk berapa lama. Sedang yang lain….memang dijahit dengan kuat sih, tapi si tukang sol sama sekali tidak mengindahkan estetika sendal wedges gw. Jadi jahitannya melintang di sol  berbahan karet setebal 5 cm, seolah-olah si tukang sol sedang jahit kasur bukan sepatu….

Wish U Luck with Me!

Wish U Luck with Me!

Akhirnya gw beli sepasang sepatu baru. Model casual tanpa hak. Even I Love wedges so much, tapi kayaknya model itu nggak cocok dengan kepribadian dan kelakuan gw. Nah tadi pagi pas berangkat ngantor gw bilang ke sepatu baru gw ” Nak semoga, usiamu lebih panjang daripada saudara-saudaramu yang lain”

Amiinnn….

My New Office….Sucks!

Miss My Old Office...Hiks!

Miss My Old Office...Hiks!

Kantor gw pindahan, dari CDT 68A ke Kusumaatmadja 36. Masih di Menteng juga sih….cuma sampai day-4 gw nyobain kantor baru ini, belum ada satupun hal yang menyenangkan yang gw rasain di sini. Padahal ya…rumah tempat kantor gw bersarang sekarang jauh lebih besar dari CDT 68A dulu. Inilah daftar penderitaan gw sampai hari ini:

1. Panjang jalan kaki gw. Sejak kemarin gw pindah kartu keanggotaan. Dari Kopaja 502 ke Metro Mini 640. Sekarang tiap hari gw turun di The City Tower (TCT) dan jalan kaki ke Kusumaatnadja (app. 1 kilometer, 20 mnts walking) Bisa sih naik bus dua kali, cuma nanggung bangets, baru naik turun lagi…*kata temen gw sih…itu risiko tukang jalan kaki yang pelit kayak gw. Ha…ha….tertohok gw!!* Tapi kan sehat, tul kan???

2. Rumah besar ini, boros banget ma listrik, jadi harus ditambah 20.000 watt lagi dari 40.000 watt yang sudah ada. Bayangin AC mati 3 menit sekali dan lucunya Speedy-nya juga ikut-ikutan mati kalau AC mati. Mungkin itu namanya teman sehidup semati :)) karena jengkel, gw suruh OB matiin aja tuh AC dan gw akhirnya duduk di meja yang ada di dekat pintu taman. Sambil kipas-kipas kepanasan tentunya…Yaaahhh terserahlah yang penting kan bisa nulis blog ;)

Ruang Tamu kantor baru....Syereem!

Ruang Tamu kantor baru....Syereem!

3. Everyting looks so messy. Banyak kardus belum dibuka, lantai masih kotor, rak-rak belum terisi dll. Sebagai The real Virgo yang katanya “freaky neat” ruangan kerja gw bener2 nggak enak dipandang. Pengen deh rasanya bawa pengki ma sapu sendiri, ngeberesin yang nggak karuan ini. Malah sama temen gw diketawain…”aduh elo bener2 anak kos sejati, kalo disuruh kerja bakti semangat sekali…..harusnya jadi OB saja, jangan konsultan….” DAAAASSAAAARRRR!!!!

4. Kata orang-orang kantor baru gw…SYYEEEERAAAMMMM. Pokoknya banyak kisahnya-lah. Dari orang cekikikan malam-malam, diketok2 kamar mandi, ditarik rambut waktu sendirian sampai ada putih2 nyangkut di pohon. Wah gimana bulu kuduk gak berdiri. Bahkan gw sudah bisa meramal trend jam ngantor untuk 1 tahun mendatang, dari jam 8 ke jam 5. Nggak lebih. Kalo nggak, hiiiiiyyyyyy….OB, Kurir dan Satpam yang tidur di kantor aja tiap malam ngumpul di pos satpam, karena nggak berani tidur di kamar yang ada di dalam rumah. Wah segitunya ya…..??? Semoga gw nggak ngalamin deh. Nauzubillah!

Huh…panas bo`! inilah kalau kerja cuma mengandalkan AC (angin cepoi-cepoi) di jakarta. Haduh kalo seminggu aja kantor gw masih kayak gini, gw bakalan demo! Cuma ya itu demonya kemana, lha wong bos gw aja ngungsi karena kepanasan di kantor baru ini. Hiks-Hiks Mak….pengen pulang ajalah, nggak tahaaaannnn!!!!!

Anyway…”Welcome to the Jungle” sapa bilang yang baru itu selalu menyenangkan..hayoo…sapa yang bilang…ngaku aja???!!!