header image
 

COZ JAKARTA, HATES PEDESTRIAN!!!

Baru saja gw berpikir, menurut gw para pejalan kaki di Jakarta adalah manusia paling pemberani di dunia. Kami*karena gw memasukkan diri gw ke dalamnya* adalah manusia-manusia yang diberi kemampuan luar biasa oleh Allah untuk tetap hidup di belantara Jakarta itu. Kemampuan khusus itu antara lain:

Paru-parudengan saringan extra timbal dan carbon: untuk menghirup asap yang berwarna hitam dan menghembuskannya kembali tanpa terbatuk-batuk dan tanpa bantuan semprotan oksigen.

Kaki yang kuat dan perkasa untuk mendaki dan menuruni jembatan penyeberengan, dan pastinya harus lincah, untuk berjalan di sela-sela mobil ketika lampu merah dan berlari secepatnya ke sisi jalan yang lain karena di lampu selanjutnya sudah berwarna kuning.

Mata asli yang ada di depan dan mata imaginer di belakang. Mata yang di depan berguna untuk melihat apakah trotoar di depan tidak berlubang, apakah tidak ada selang abang tukang tambal ban yang terulur, dan untuk memutuskan kapan harus turun ke badan jalan karena abang tukang bakso sudah menghabiskannya untuk tempat dagangannya. Mata imaginer di belakang, hanya diberikan untuk pejalan kaki yang berdomisili di Jakarta, karena mata imaginer ini harus melihat apakah ada motor yang meng-okupasi trotoar milik kita, tiba-tiba nongol di belakang. Karena jika mata imaginer tidak tersedia, suara klakson yang hanya berjarak 20 cm di belakang kita bisa beresiko menyebabkan penyakit jantung,penyakit mulut (umpatan) dan kecacatan.

Hidung dengan bulu getar paling tidak sensitive di dunia, untuk mengurangi sebanyak mungkin efek bau-bauan dari tumpukan sampah di pinggir jalan dan sungai yang warnanya hitam metalik.

Telinga dengan gendang yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Dibuka untuk menangkap bunyi klakson baik yang terdengar atau tidak (karena belum dipencet) dan ditutup kalau mendengar bunyi sumpah serapah orang (entah karena karena hampir ditabrak atau mau menabrak)

Hmmm…maaf ya bapak-bapak dan ibu-ibu pengendara mobil dan motor di Jakarta raya tercinta….tulisan saya memang agak hiperbola. Mungkin kadang-kadang kita juga yang salah karena nyebrang sembarangan padahal sudah dikasih jembatan penyeberangan segede itu. Tapi sekali lagi….ini adalah akumulasi kekecewaan. Kekecewaan kepada pemerintah Negara ini, yang kurang aware buat pejalan kaki. Kekecewaan buat orang-orang di metropolitan yang semakin egois dan nggak ada tenggang rasa lagi. Kekecewaan pada diri sendiri yang….naik motor aja nggak bisa….ha….ha……!!

~ by damay-anti on November 10, 2008.

3 Responses to “COZ JAKARTA, HATES PEDESTRIAN!!!”

  1. weleh…weleh…

    lengkap bener! :)
    btw, ternyata gw gak punya kekuatan kayak lo pada, soalnya gw akhirnya tersingkir dari jakarte! hahaha!

    gak juga sih, gw menyingkirkan diri dari kehidupan yang gak sehat!

  2. sebagai penghuni jakarta yang kemana2 juga mengandalkan kedua kaki dan transortasi umum jakarta -yang-kadang-kurang-manusiawi- i vote for your posting bu!
    Ah…kita emang jagoan ya ternyata ^.*

  3. hidup jakarta

Leave a Reply