header image
 

Ketika Sepatu-sepatu Berdemo

Gara-gara pindah kantor, atau lebih tepatnya, gara-gara hobi gw jalan kaki….maka sepatu-sepatu gw melakukan demo akbar. Tiga sepatu yang gw buat gantian ke kantor tiap hari jebol semua. Rata-rata kerusakannya adalah berpisahnya sol dan badan sepatunya. Yah benar teman…gw memang pemakai sepatu yang “cukup biadab”…ha..ha…ha….

Pada dasarnya, gw penggemar sepatu yang nyaman dipakai. Nyaman disini ada dalam 3 definisi : 1. Alas Datar, kalaupun tinggi harus model wedges 2. Mudah dilepas dan dilemparkan ke bawah meja. 3. No stiletto, it looks painful in my legs…aww! Jadi jangan pernah membayangkan gw memakai sepatu berhak setajam paku apalagi dengan ketinggian di atas 7 cm..walaupun mereknya Manolo Blahnik sekalipun! (maksudnya kalau mereknya itu, gw nggak mampu belinya..ha…ha…) Kacaunya, dengan definisi nyaman yang gw sebutkan tadi, ternyata tidak mampu mengurangi laju kerusakan sepatu gw pffhhh!

Sepatu dengan aksen benang sol di bawahnya

Sepatu dengan aksen benang sol di bawahnya

Balik ke cerita 3 sepatu gw yang rusak setelah gw dhalimi itu, akhirnya 2 di antaranya gw betulin alias gw titipin di tukang sol. Hasilnya…yang satu (tuh yang gambarnya nongol di atas) masih bisa gw bawa ke kantor walau entah untuk berapa lama. Sedang yang lain….memang dijahit dengan kuat sih, tapi si tukang sol sama sekali tidak mengindahkan estetika sendal wedges gw. Jadi jahitannya melintang di sol  berbahan karet setebal 5 cm, seolah-olah si tukang sol sedang jahit kasur bukan sepatu….

Wish U Luck with Me!

Wish U Luck with Me!

Akhirnya gw beli sepasang sepatu baru. Model casual tanpa hak. Even I Love wedges so much, tapi kayaknya model itu nggak cocok dengan kepribadian dan kelakuan gw. Nah tadi pagi pas berangkat ngantor gw bilang ke sepatu baru gw ” Nak semoga, usiamu lebih panjang daripada saudara-saudaramu yang lain”

Amiinnn….

~ by damay-anti on November 3, 2008.

Leave a Reply