header image
 

Lost and Fool

Setelah salah naik bus 2 kali, dengan bantuan seorang tukang becak yang gw bayar kemahalan karena gw nggak punya pecahan uang lain. Akhirnya gw menemukan tempat itu. Lama gw berdiri di depannya, hanya untuk meyakinkan diri apakah gw akan masuk ke dalam. Akhirnya gw masuk juga. Bukan karena gw merasa dapat wangsit, tapi memang ada alasan untuk memasukinya tanpa ditanya. Disitu ada Warnet.

Gw lalu duduk di salah satu meja yang terdekat dengan operator, bukan karena tidak ada meja lain, tapi karena memang meja itu paling strategis untuk melihat siapa saja yang datang dan pergi. Iseng gw buka email dari kantor, tapi yakin sajalah mata gw tidak ke layar monitor sepenuhnya. Karena setiap ada orang datang, gw langsung menoleh untuk mengecek apakah objek yang gw cari datang. 20 belas menit berlalu, pencarian gw…….GAGAL TOTAL!!!

Dengan sedikit putus asa, gw telpon teman kantor gw, ketawa-ketiwi bahwa hari ini gw gak dapat tiket dan harus bolos satu hari lagi dari kantor. Gw memang harus menelepon seseorang dan tertawa. Tertawa untuk semua usaha sia-sia gw. Tertawa untuk semua kebodohan gw. Tertawa untuk semua keyakinan gw akan ada "That" Moment (That moment itu kayak yang sering loe lihat di Oprah Show, kalau ada Ibu yang baru nemuin anak2nya yang bertahun-tahun ilang). Rasanya kayak orang yang baru sadar kalo udah salah jalan, tapi dia lagi berdiri di depan rumahnya (bingung kan??)

Lalu gw keluar dari tempat itu. Mencegat taxi. Dua jam lagi kereta gw berangkat dan kalau gw naik bus yang lewat setengah jam sekali, gw nggak mau kehilangan uang 100.000 dan antri di loket stasiun lagi. Sambil jalan di taxi, gw berpikir “Mungkin ini yang namanya Lost in Your Imagination” Loe merasa punya sesuatu, tapi gak juga. Atau loe merasa suatu hari loe bakal memiliki tapi sebenarnya barangnya udah ilang sejak dulu. Loe hanya gak sadar atau nggak mau sadar tentang itu. Harusnya sudah dari dulu gw bilang, “leave it, let yourself wake up from your dream!”

From Today, I can live without that “damned” thing!!! Itu Resolusi gw dengan wajah setengah ngantuk ketika keluar dari kereta Senja Utama yang mendarat di stasiun Senen jam 4 subuh. Ternyata dunia, loe tahu tahu makhluk paling stubborn di dunia??? Hati loe sendiri. Empat jam kemudian, ketika layar my beloved “GreVa” (Grey Vaio) mulai berkedip. Ada kekuatan dari alam bawah sadar gw tiba-tiba menyuruh membuka Google dan mencari sesuatu yang udah jelas2 kemarin nggak gw temuin.

Pintar itu relatif dan bodoh itu mutlak. Jadi, setelah 3 hari berlalu, ternyata kebodohan gw itu masuk yang mutlak itu. DEWI…DEWI!!!

PS:

Catatan Pencarian Jati Diri di Baciro, Jogjakarta.

The Treatments

Q : Berapa kali ke salon setiap tahun?

A : 2 kali paling banyak

Q : Ngapain?

A : Potong Rambut doang

Q : lainnya?

A : Sampai umur 25 tahun, gw pernah sekali make-up di salon pas wisuda dan creambath seumur2 baru 2 kali.

Q : Perawatan wajah? Facial misalnya?

A : Never before

Q : Perawatan tubuh? Meni-Pedi?

A : Ha…ha…apalagi!

Entah apakah gw seharusnya memproklamirkan diri sebagai orang yang beruntung atau kurang beruntung karena kurang menyukai aktivitas-aktivitas per-salon-an seperti cewek2 lain. Bahkan kalo seumpamanya aja gw ada di rumah, gw mungkin bakal menghilangkan jatah 2 kali setahun gw ke salon untuk potong rambut, karena sampai teenager nyokap-lah yang dengan setia memotong rambut gw.

Gw memang belum dimasukkan dalam tipe tomboy, lihat saja foto gw, feminim kan ;-) (heit..dilarang protes!) Tapi gw memang tidak bisa menikmati kegiatan per-salon-an dengan tenang dan menyenangkan seperti teman-teman gw yang lain. Kayaknya waktu gw terakhir creambath di salon itu waktu berjalan panjang sekali, padahal setelah gw lirik jam dinding cuma satu jam-an. Untungnya di salon banyak majalah, walaupun majalah mode, tapi lumayanlah selama menunggu jam2 steamer bekerja, gw bisa sudah menghabiskan sekitar 3 majalah….(hmmm, kenyang!)

Kata orang ada 2 tipe cewek yang nggak ke salon : pertama, loe pengen tapi nggak punya duit, kedua, karena lo tinggal di desa yang sama sekali nggak ada salon. Tapi gw nggak masuk ke semua di atas, gw ada duit untuk ke salon, tapi gw sama sekali nggak pengen kalo nggak kepaksa banget. Dengan pintarnya berbagai artikel yang gw baca di berbagai majalah life style menjelaskan (yang kebanyakan disediakan oleh salon) bahwa kita hidup di jaman yang nggak sehat, makanan yang buruk, polusi, stress dan itu akan membuat kulit kita akan seperti jeruk kedaluarsa sebelum usia 40 tahun…..hiiiiiiiyyyy!!! Terbayanglah, suatu hari ketika umur gw 41 tahun seorang anak kecil mendekati gw dan bilang “Nek, kenal sama Ibu Dewi Damayanti, mamanya teman saya?” OH MY GOD! That must be so scary moment!

Jadi harusnya menurut artikel yang gw baca, gw seharusnya rajin facial, pakai minyak2 essensial, makan yoguhrt dan apel sering-sering, relaksasi, massage dan kalo punya duit yang lumayan banyak, spa! Soal yang makan yogurt and apel OK-lah, gw doyan banget ma yoguhrt, tapi kalo membayangkan wajah gw dibalur dengan yogurt terus nggak boleh ketawa selama setengah jam??? L Kalo massage tuh gw baru suka, tapi syaratnya pakai tukang urut langganan rumah dan pakai minyak tawon yang baunya kayak nenek2 itu…he….he….(Itu mah bukan bagian perawatan, tapi penyembuhan cedera..neng!)

Hmmm…sementara nih kayaknya masih jauh deh, gw jadi penggemar beauty care, salon etc…etc. Udahlah sebegini dulu aja. Secara adegan waktu gw umur 41 tahun kan masih 15 tahun lagi. Kali aja waktu itu gw dah jadi artis terkenal dan harus pakai makhluk bernama perawatan itu. Kali aja waktu itu teman anak gw malah terbengong-bengong lihat nail art gw yang bergambar bunga rafflesia arnoldi…..eh, siapa tahu kan??? People changing loh!

Sekarang ya mungkin harusnya nyokap gw bersyukur karena nggak harus motong rambut gw setiap gw pulang kampung. Dan Alhamdulillah, kulit gw adalah tipe kulit yang tahu banget kebutuhan tuan-nya yang males banget untuk perawatan dan hampir tidak pernah menggambar jerawat berwarna-warni, karena gw tuh bersihin muka mau tidur aja hampir nggak pernah (kepercayaan berlebihan terhadap facial foam!) apalagi pakai krim malam he..he…

Kalo udah menyangkut ini, yahhh anggap aja gw orang yang beruntung!

“Sini, sisi, seperti ini”

Terima Kasih

Atas ketidakhadiranmu,  disini….disisiku…

Bila sampai kau nyata di pelupuk mata

Pedih sungguh hati ini

Laksana pungguk yang telah terbang

Menembus awan mencari bulan

Sedang sesungguhnya bulan tak nyata

Cuma bayangan sang bagaskara

Terima Kasih

Atas kehadiranmu, disini….dihatiku…

Kalau tidak dan bukan dirimu

Aku bukan lagi batu karang

Yang siap ditampar ombak

Terbakar sengat mentari

Walaupun terkikis juga akhirnya

Tak mengapa tak apa

Karena mati adalah akhir yang sama

Maaf…

Atas ketidakhadiranku di sisimu

Haruskah ada itu berupa?

Karena apa arti ada

Jika tidak ada lebih berarti

Bukankah Raga tak tahu

Kalau roh itu ada

Namun raga tak bisa hidup tanpa rohnya

Maaf…

Atas ketidakmampuanku

Menghadirkan kau di sisiku

Walau ingin tak terbendung

Harap tak terhingga

Aku tahu, Kau tahu

Cukup ini yang kita mampu

Begini saja…

Seperti ini….

(I Love to play with the words….., Don`t You????)

Novelcholic

Agatha Christie kabarnya telah membuat sekitar 95 novel suspense dan gw sudah membaca kira2 90 judul diantaranya. Gw sudah baca semua novel Sydney Sheldon, Dan Brown, Marry Higgins Clark dan semua seri Harry Potter. Ada pengarang yang novelnya masih dalam daftar tunggu untuk gw habisin bukunya yaitu John Grisham, Paolo Cuelho, dan Torey Hayden. Dan Waktu lagi bener2 gak ada yang dibaca, gw pernah juga ngembat chiklit trilogy "Indiana Chronicle".

Jadi begitulah, gw, Damayanti adalah seorang novelcholic. Kebanyakan novel yang gw baca yang bergenre thriller (kayak Grisham, Brown dan Patterson) atau novel suspense–novel bergaya detektif– model2 punya almarhum Oma Aghata, Oma Clark dan Opa Sheldon. Kebiasaan itu muncul ketika gw masih di SMU, dimana gw tinggal di asrama yang miskin hiburan. Jadi kalo libur hari Jumat, diam2 gw dan teman2 sekamar memborong cerpen dan novel yang ada di persewaan buku. Karena awalnya gw dipinjemi teman novel2 Aghata dan gw tertarik dengan The Firm-nya John Grisham yang bergambar Tom Cruise di depannya, so itulah mengapa sampai sekarang 2 genre itulah yang mendominasi bacaan gw.

Karena waktu membaca yang terbatas plus jangan sampai diketahui pengurus asrama, maka lahirlah kebiasaaan membaca cepat gw karena novel itu harus segera dikembalikan, kalau tidak gw kena denda. Rekor gw, gw pernah baca A Time to Kill yang tebalnya 950 halaman dalam waktu semalam dan Harry Potter Seri 7 dalam waktu semalam. Hasilnya?? Gw hampir pingsan waktu itu.

Kuliah di jogja membuat gw serasa berada di surga, bayangkan dalam radius 1 kilo dari kos gw ada 6 persewaan buku yang bisa diakses bergantian. Jadi setiap weekend, dimana muda-mudi jogja sibuk bercinta, gw terperangkap di kamar gw bersama 1-2 judul novel di kamar gw (u know why-lah kenapa gw masih jomblo) Di jogja juga, gw mengembangkan sayap, eh minat, pada novel2 yang lain. Favorit gw salah satunya novel2 psikologi popular, kayak "Syibil" dan novel2 Torey Hayden dan Daniel Keyes. Baca novel2 ini bikin gw menangis tersedak2 sekaligus bersyukur karena lo tidak mengalami masalah sepelik kisah tokoh dalam kisah nyata yang ada disana.

Ada juga novel yang yang berkesan bagi gw hingga saat ini judulnya "The Doctors" yang bikin gw (sampai saat ini) suka juga ngintip jurnal kesehatan. Juga karena dua tetangga gw, jeng Melly dan Jeng Luna hobi baca chiklit, pada saat bokek, novel Meg Cabbot dan Sophie Kinsela punya mereka kadang2 gw embat jg, walaupun gw merasa lebih baik nonton pilem komedi romantis daripada baca chiklit.

Kerja??? Ada 2 hal yang gw dapat di Jakarta berkaitan dengan hobi gw satu ini. Pertama, disini gak ada persewaan, tapiiiii….karena gw udah gak minta ortu lagi, pelampiasan gw jadi ke Gramedia. Dan gw mulai baca novel2 yang agak berat, kayak Dunia Sophie (novel yang menghabiskan waktu paling lama) dan Paolo Cuelho. Sekarang juga gw mulai menyukai novel2 humanis kayak punya Andrea Hirata (TOP BANGETS) dan Khaled Husaini. Yah, katanya sih biar gak jadi orang yang mengeluh terus.

Terus baca buku seriusnya kapan? Hmmm…kapan ya??? Yang pasti, kalau mau ujian, waktu skripsi, ada hubungannya dengan riset kantor dan waktu2 lain yang menurut gw urgen untuk baca buku kayak gitu. Sebenarnya bukan karena bukunya, tapi kayaknya daya otak gw itu baru mau on kalo buku itu dituangkan dalam bentuk cerita. Karena itulah mungkin nilai sejarah gw selalu paling bagus, karena menurut gw belajar sejarah itu kayak baca novel, ada ceritanya dan seru! Makanya gw susah banget diruruh bokap S2, habis harus baca buku tebal2 dan serius..huaaa :’(

Jadi, kalo teman gw ada yang bilang gw kamus berjalan, salah jeng…gw novel berjalan, karena kebanyakan informasi yang lo dapat dari gw itu, berasal dari setting sebuah novel…sttttt….

Perempuan “Perkasa”

Belakangan ini gw seperti terkena syndrom aneh….membuktikan kalau gw perempuan yang "perkasa"..ha…..ha…..ha…..Ini berawal dari kira-kira 3 minggu lalu dompet gw kecopetan yang membuat gw harus jungkir balik gak karuan.

Waktu itu, kejadiannya terjadi hari kamis malam, dimana jumat adalah hari kerja terakhir dan senen gw harus berangkat ke lombok dan bogor untuk salah satu program gw. Karena sampai saat ini gw officially belom jadi warga Jakarta, maka segala tetek bengek nenek dokumen kependudukan gw yang raib bersama dompet gw harus gw urus ke kampung halaman gw yang nan jauh di mato. So, inilah rute perjalanan gw dimulai dari hari minggu 27 Mei sampai 3 Juni : jakarta-surabaya-bondowoso-surabaya-mataram-sumbawa-mataram-jakarta-bogor-jakarta.

Hore…plok…plok…plok……nggak usah dibayangkan, karena faktanya gw akhirnya menyelesaikan rangkaian perjalanan gw selama 10 hari dengan sukses, walaupun ketika pulang tulang gw rasanya rontok semua (plus kehilangan waktu weekend gw, sendirian lagi, jomblo lagi…huaaaaa)

Kacaunya baik di kantor maupun di kos, lagi ada wabah flu yang mudah menyebar!!! Banyak yang bilang "Hai Damay…kau adalah korban selanjutnya!" Entah karena madu Sumbawa yang diberi oleh salah seorang teman atau karena gw-nya yang yakin kalo gak bakalan terkena wabah flu, sampai hari ini Alhamdulillah gw masih tegak berdiri.

Dan terakhir, kemarin ketika semua orang sedang bekerja, kecuali para guru dan muridnya yang lagi libur semester, gw dan jeng Dede melampiaskan hajat kita berdua untuk pergi ke dufan. Entah karena lagi kesambet atau memang doyan gw jabanin 10 wahana yang ada disitu, termasuk halilintar, tornado dan kora-kora yang terkenal itu.Efeknya…gw puas teriak-teriak tapi bangun tidur rasanya dipukulin orang sekampung dan sekabupaten……cuapekkk!!

Cuma sekali lagi besoknya gw dengan gagahnya ngantor dan datang paling pagi, padahal kalo boleh gw mau aja seharian ke tukang pijit. Tapi seperti yang gw bilang, akhir-akhir ini gw seneng banget kalo disuruh kerja rodi, jalan kemana aja, maen kesana kemari, termasuk bedagang tiap malam untuk melototin Piala Eropa (walaupun sering keblablasan tidur). Kayak orang kelebihan energi gitu….harus disalurkan karena kalau nggak bakal…….DUARRRRR!!!! Meledak……!

Terus kalo lo meledak….emang kenapa?

Iya…ya…ha…ha….ha….sebenarnya lo bukan kelebihan energi kali may atau lagi jadi perempuan perkasa, kali loe-nya stress!

3 kata terakhir kayaknya emang lebih masuk akal sih….

Hal Nggak Penting Tentang Gw yang Nggak Perlu Diketahui

Gw Penggemar berat Alicia keys dan Jason Marz….Tapi gw nggak punya satupun album mereka, even in my playlist on WMP! (Satu-satunya evidence kalau gw suka mereka adalah gw akan menyanyi lagu-lagu mereka…..)

Gw "hanya" makan 2-3 sendok nasi setiap kali makan tapi sanggup menghabiskan sekantong kripik dalam semalam.

Ada 2 pertanyaan yang sering diajukan ke gw yang gw bingung untuk menjawabnya, "Gimana cara menurunkan berat badan" dan "Gimana caranya memutihkan kulit"

Beberapa orang menyebut gw pintar, yang tidak pernah gw setujui setelah melihat ahsil Tes IQ gw dan mulut gw yang menganga ketika melihat orang pintar sungguhan :O

Gw benci sekali jika dibilang gw nge-fans Tim Italy karena tampangnya dan biasanya gw anggap sebagai kecemburuan pribadi karena tidak bisa memiliki wajah sekeren Paolo Maldini.

Gw selalu bilang ke teman2 gw, "kalau ada cowok mau nembak gw, suruh dia bawa bunga". Tapi sampai hari ini belum ada bunga yang datang, entah karena teman2 gw lupa menyampaikan pesan gw atau karena memang belum ada cowok yang ingin nembak gw.

Buku terakhir yang gw baca adalah "I Feel Bad About My Neck" by Norah Ephorn. Gw suka sekali bagian tentang "Aku Benci Tas-ku" karena gw terkadang suka sekali menumpahkan isi tas gw untuk mencari kunci kamar gw yang entah nyelip di saku yang mana….

Gw nyesel kuliah di Jogja, karena sekarang gw selalu kangen dengan kota ini dan gagal untuk mengunjungi Jogja kembali karena banyak dan banyak lagi hal.

Gw meninggalkan payung gw di bioskop, meninggalkan sepatu gw di mobil sewaan kantor dan meninggalkan banyak barang milik gw yang lain di berbagai tempat. Mungkin dompet gw sebenarnya yang dicopet tapi gw tinggalkan di bangku bus…..

Buku Harry Potter Seri Terakhir hanya gw baca dalam 2 hari, sedang Hasil Laporan Penelitian Tim Gw baru gw baca 5 halaman dalam 2 minggu. Kadang-kadang gw ingin membaca buku-buku berat biar kelihatan pintar…..

TOEFL gw terakhir hanya 460 dan gw bekerja di Bank Dunia???????

Gw suka sekali jalan kaki…pertama karena menyehatkan kedua, lumayan untuk menghemat ongkos bus (karena ini pula gw dibilang pelit…)

Hal yang paling memalukan yang pernah terjadi di kantor, ketahuan salah satu teman gw ketika menulis Blog dan dia ternyata sudah berdiri cukup lama di belakang gw. Semoga gaji gw tidak dipotong…..

Antara James dan Alex

Ini memang mirip cinta segitiga, meskipun ya belum bisa juga dikatakan seperti itu. Kalau dibilang suka…ya emang gw suka dua-duanya. Bukan karena muka sih, walaupun sama-sama ganteng n keren. Cuma kalau disuruh memilih antara James dan Alex, dengan berat hati dan tidak bermaksud menyinggung salah satunya…gw pilih Alex!!

Soalnya dengan modal gw saat ini, gw gak mungkin memilih kedua-duanya. James yang gw kenal 3 tahun lalu, tiba-tiba mau datang ke Jakarta. Padahal gw baru aja tambah cinta ama tuh bapak setelah mendengar album keduanya "All The Lost Souls", setelah "Back To Bedlam" suaranya mulai kacau karena terlalu sering gw putar (bahkan gw bawa keluar kota). Harga tiketnya antara 550.000 - 650.000. Untuk mendengarkan lagu "You`re beautiful" and "Carry You Home" langsung dari mulut penyanyi aslinya…yah worthy-lah menurut gw. Sebenarnya gw punya tabungan untuk acara bersenang-senang seperti itu….cuma masalahnya gw harus juga memikirkan kebutuhan rohani gw yang lain….ceilahhh!

Kebutuhan rohani yang gw maksud adalah menonton Tim azzuri di piala Eropa. Serius Dew, lo mau ke Austria-Swiss? ya kagaklah…maksud gw, gw belon punya Tipi sendiri di kamar untuk menonton bola sepanjang malam. Gw emang males beli TV karena kamar gw yang sempit selain masih ada TV kos yang bisa dipakai bareng. Tapi perkembangan terakhir melaporkan, TV kos hanya mau menampilkan Global karena rusak (percaya nggak tiap pulang kantor gw nonton Naruto???) so mau nggak mau gw harus beli sendiri.

Untuk Piala Eropa kali ini gw concern bgt buat nonton. Karena my Ill Capitano, Alex Del Piero, akan main mungkin untuk terakhir kali di timnas Azzuri (itupun kalo dipanggil Donadoni, kalo nggak Donadoni gw kutuk jadi bola sepak) Dibandingkan dengan James yang baru gw kenal 3 tahun lalu, Bapak Alex yang sudah renta ini gw kenal sudah 11 tahun. Makanya karena usianya yang sudah senja di dunia persepakbolaan, gw nggak mau melewatkan pertandingan internasionalnya buat Tim Italy yang mungkin untuk terakhir kali…hiks…hiks…..

So gw putusin milih Alex. Rugi banget dong gw nggak tahu gegap gempitanya Piala Eropa karena konser 2 jam James. Lagian kalo ke konser James, gw nggak ada temen. Yang gw ajak pada bilang, "yah gw tahu-nya cuma kata-kata ini…"You`re beautiful…it`s true!" So, Sorry James….Welcome Alex….!!

2000 Rupiah

Gigi geraham bungsu gw atau menurut bahasa kedokterannya molar ketiga memang sejak awal berusaha menyusahkan hidup gw. Menurut artikel yang gw baca waktu SMU gigi ini bisa saja nggak tumbuh atau kalau tumbuhpun mungkin satu atau 2 biji saja dari empat yang seharusnya. Namun molar ketiga gw dengan senang hati menumbuhkan diri keempat-empatnya, tanpa kecuali.

So….jadilah semingguan ini gusi gw cenut-cenut tidak karuan. Gw udah coba telan beberapa analgesik….tapi tetap saja gusi gw merah meradang. Gw tanya-tanya dimana sih bisa periksa gigi yang murah, bagus dan cepat sembuhnya??? Akhirnya dari beberapa rekomendasi gw pilih yang paling dekat dan paling murah dengan kos gw…Puskesmas TANAH ABANG!

Maka teringatlah gw kalau terakhir ke Puskesmas untuk berobat tuh pas SMP. Itupun yang bayar Askes bokap. Maka karena biasanya kalau berobat ke klinik/dokter paling gak gw sedia Rp 200.000. Habis sukanya bayar dokternya saja bisa Rp 70.000 belum obatnya. So, sebelum berangkat ke puskesmas mampirlah gw ke pasar tanah abang. Beli baju batik yang lagi ngetrend? Ya nggak-lah….ambil duit di ATM! Itupun pecahan 100.000.

Maka berangkatlah gw ke Puskesmas dan langsung terhenyak melihat angka yang tercantum di depan loket Pembayaran. Gw ambil cuma Rp300.000 dan nggak ada uang lain kecuali 3 lembaran merah dan selembar uang 1000-an. Berabe-nya disitu tertulis bayar Rp 2000 dan dengan ekspresi yang jelas, padat dan singkat ibu penjaga loket bilang, "Rp 50.000 aja nggak ada kembalian mbak…apalagi Rp100.000!!"

So, gw yang cuma punya 1000 perak, harus merayu-rayu orang-orang di ruang tunggu agar mau nukerin uangnya dan tentunya nggak berhasil karena kalau uang mereka mau gw tukerin pasti nasib mereka bakal sama dengan gw yang ditolak dengan kejam oleh petugas loket. Tapi akhirnya ada ibu-ibu yang dengan baiknya memberi gw uang 1000 perak-nya biar gw bisa daftar. Makanya jangan pernah menghina uang seribu perak, karena kadang 1000 perak malah lebih diterima orang daripada 100.000-an yang lo punya!!

Akhirnya berkat belas kasihan ibu itu, gw bisa juga daftar di loket dan masuk ke poli gigi setelah satu jam menunggu. Setelah buka kanan kiri, si dokter bilang "ini bengkaknya harus sembuh dulu" nanti baru di cabut atau diberi tindakan lain. Ok dey…gw pergi ke loket untuk menebus obat……but wait! Ternyata saudara, ketika gw tanya ibu2 di sebelah gw dia malah ketawa…."mbak obatnya nggak pakai ditebus (alias gratis) nanti kalau namanya dipanggil tinggal datang aja"

Wow…ehm, nggak salah denger nih! Walaupun sudah gw duga kalau obatnya bakal sama dengan obat yang gw terima ketika sedang flu di SMP dulu (satu bulat putih, satu bulat panjang, satu hijau kecil) tapi untuk gratisan gw masih terpesona. Jadi benar juga tho ada berobat gratis bagi masyarakat miskin? atau karena obat gw yang generik plus pasaran yang bikin pengobatan gratis?

Tapi beneran deh Puskesmas masih the best buat orang gak punya. Buk Iseh, tukang cuci di kos gw juga selalu bangga berobat di Puskesmas kalo lagi sakit….katanya nggak bayar kalo pakai Askeskin (sumpeh gw nggak punya Askeskin!) Hmmm…entahlah, tapi gw mo membuktikan keajaiban pil 3 rupa itu. Kalau memang manjur buat apa bayar 200.000 kalau ada yang 2000…tul nggak???

Dua ribu?? Seribu kali jeng, kan lo tadi disubsidi ibu2 itu! Udah pakai obat jatah rakyat miskin, dibayarin lagi …..aduh malu-maluin banget seh lo!

Hanya “Sedih” Saja

Pernah sih loe ngerasain perasaan yang sedih pada saat-saat tertentu? Tiba-tiba mata loe meleleh dan hidung loe mbeler ketika berada di tempat tertentu, waktu tertentu, peristiwa tertentu. Mungkin loe pernah kehilangan kucing loe yang paling loe sayangin di jalan dekat pasar…kayak teman gw. Jadi kalau lewat tempat itu lo langsung nangis. Pernah diputusin cowok yang loe pacarin selama 5 tahun di awal bulan September yang harusnya ceria. Jadi ketika bulan itu kembali loe kembali menangis, hanya sekedar untuk mengenang rasa sakitnya. Atau, seperti gw loe bersedih kalau hujan sedang turun. Bukan hujan yang deras, tapi hujan yang turun perlahan dengan angin yang dingin menggigit sesudahnya. Gw suka merasakan rasa sesak di dada dan kalau nggak bisa nahan, tahu-tahu tes…tes…..ada air hangat di pipi gw. Bukan karena ayam gw ilang, nggak mungkin juga karena diputusin cowok dan bukan karena gw kehilangan seseorang ketika hujan turun.

Jawabannya gw nggak tahu.

Gw udah mikir, pasti ada peristiwa yang bikin sedih yang terjadi ketika hujan turun. Setelah gw pikir-pikir nggak ada….nggak ada. Atau gw-nya yang nggak sadar. Mungkin waktu amat sangat kecil, ketika perangkat memori gw masih baru dirakit memang peristiwa sedih itu terjadi. Tapi gw lupa, Wallahu Alam! Mungkin, memang hujanlah yang patut dipersalahkan. Karena hujan seringkali membuat orang merasa harus sedih. Karena di film-film banyak orang mati ketika hujan turun, banyak kekasih bertemu dan berpisah di bawah hujan dan banyak bencana terjadi karena hujan. Entahlah…..

Atau….nggak masalah peristiwa itu terjadi waktu hujan atau tidak, tapi hujanlah yang dengan senang hati mengundang rasa kesedihan itu datang. Mungkin kesedihan yang gw rasa waktu gw sakit menjelang ujian akhir, waktu nenek gw meninggal, waktu si Endul, Alfa, keponakan gw lagi kritis di Rumah Sakit… hanya ingin menampakkan diri waktu hujan. Gw pernah membuat mitologi sendiri soal ini. Pembuat Hujan pasti Dewi Kesedihan, air hujan adalah air matanya dan kepedihannya ditularkan kepada penghuni bumi….Ah Dasar Tukang Berkhayal!

Mungkin boleh saja kita bersedih….bersedih saja, karena kita manusia. Nggak perlulah ditanyakan mengapa….nggak perlulah didefinisi…..Hanya sedih saja!

Gw lagi duduk sendiri di teras hotel, siang ini. Seminggu ini gw harus supervisi makhluk bernama Project di Lampung. Hujan yang “itu” turun lagi. Daripada gw nanti nangis nggak jelas, lebih baik gw tulis blog ini. Tapi kali ini agaknya gw dapat bonus…..Hujan dan sendirian, ah sedihnya…..!

Shrek dan Semua Teman-Temannya

Setiap pagi gw memperhatikan baliho film-film yang ada di Megaria, untuk melihat filem apa yang akan diputar hari ini. Kali aja gw lagi bete di kantor atau otak gw lagi susah disuruh mikir, pelarian gw salah satunya kabur ke Megaria…Rp 10.000 untuk film2 terbaru, worthy-lah! Sekalian ngecengin anak-anak SMA dan Mahasiswa yang menjadi mayoritas pengunjung bioskop ini :)

So, sebagai orang yang bekerja di bidang hukum dan sering mendengar hal-hal berbau intelektual dan kebijakan, what your favorit movie Dewi? Off course cartoon is the best! Gw langsung cari jadwal nyamperin bioskop ketika di baliho Megaria, ada "Ratatoille", "Bee Movie", "Shrek 3", "Ice Age", "Happy Feet" dan semua pilem yang masih sejenis dengan itu. Habis nonton kartun (apalagi yang untuk semua umur) itu menyenangkan sekali, banyak adegan lucu, kata-kata konyol tapi nggak jorok, trus mengagumi tehnik pembuatannya, gambar-gambarnya colorfull, termasuk ceritanya yang nggak masuk akal. Kan cuma di pilem kartun ada seekor tupai mengakibatkan banjir bandang di bumi, seekor lebah menggugat manusia karena mengambil madunya, atau seekor tikus pandai memasak. Tapi menyenangkan kan, daripada yang tidak masuk akal ada anak tiri yang menderita 7×24 jam seminggu????

Bukannya gw nggak doyan nonton film-film genre yang lain, sebenarnya apapun filemnya asal menghibur, gw suka. Mau romantic comedy, kolosal, thriller, drama, sampai film-film festival yang terkadang harus ditonton 2-3 untuk mengerti ceritanya. Yah, secara gw penggemar pilem, gw embat semua. Tapi untuk kartun emang berbeda cara menikmatinya. Kalo gw pulang kantor dengan kepala puyeng mikirin kerjaan, gw nggak mau nonton yang sedih-sedih, yang dar-der-dor, atau yang pakai mikir nontonnya. Yang enak ya nonton yang ringan, nggak pakai mikir alurnya dan lucuuuu……!

So, mau mencoba menikmati kartun? Kapan lagi lo lihat Antonio Banderas jadi kucing yang imut? atau Nicole Kidman jadi pinguin dan Cameron Diaz jadi raksasa hijau?

It`s happened here, in toon world!