Setelah salah naik bus 2 kali, dengan bantuan seorang tukang becak yang gw bayar kemahalan karena gw nggak punya pecahan uang lain. Akhirnya gw menemukan tempat itu. Lama gw berdiri di depannya, hanya untuk meyakinkan diri apakah gw akan masuk ke dalam. Akhirnya gw masuk juga. Bukan karena gw merasa dapat wangsit, tapi memang ada alasan untuk memasukinya tanpa ditanya. Disitu ada Warnet.
Gw lalu duduk di salah satu meja yang terdekat dengan operator, bukan karena tidak ada meja lain, tapi karena memang meja itu paling strategis untuk melihat siapa saja yang datang dan pergi. Iseng gw buka email dari kantor, tapi yakin sajalah mata gw tidak ke layar monitor sepenuhnya. Karena setiap ada orang datang, gw langsung menoleh untuk mengecek apakah objek yang gw cari datang. 20 belas menit berlalu, pencarian gw…….GAGAL TOTAL!!!
Dengan sedikit putus asa, gw telpon teman kantor gw, ketawa-ketiwi bahwa hari ini gw gak dapat tiket dan harus bolos satu hari lagi dari kantor. Gw memang harus menelepon seseorang dan tertawa. Tertawa untuk semua usaha sia-sia gw. Tertawa untuk semua kebodohan gw. Tertawa untuk semua keyakinan gw akan ada "That" Moment (That moment itu kayak yang sering loe lihat di Oprah Show, kalau ada Ibu yang baru nemuin anak2nya yang bertahun-tahun ilang). Rasanya kayak orang yang baru sadar kalo udah salah jalan, tapi dia lagi berdiri di depan rumahnya (bingung kan??)
Lalu gw keluar dari tempat itu. Mencegat taxi. Dua jam lagi kereta gw berangkat dan kalau gw naik bus yang lewat setengah jam sekali, gw nggak mau kehilangan uang 100.000 dan antri di loket stasiun lagi. Sambil jalan di taxi, gw berpikir “Mungkin ini yang namanya Lost in Your Imagination” Loe merasa punya sesuatu, tapi gak juga. Atau loe merasa suatu hari loe bakal memiliki tapi sebenarnya barangnya udah ilang sejak dulu. Loe hanya gak sadar atau nggak mau sadar tentang itu. Harusnya sudah dari dulu gw bilang, “leave it, let yourself wake up from your dream!”
From Today, I can live without that “damned” thing!!! Itu Resolusi gw dengan wajah setengah ngantuk ketika keluar dari kereta Senja Utama yang mendarat di stasiun Senen jam 4 subuh. Ternyata dunia, loe tahu tahu makhluk paling stubborn di dunia??? Hati loe sendiri. Empat jam kemudian, ketika layar my beloved “GreVa” (Grey Vaio) mulai berkedip. Ada kekuatan dari alam bawah sadar gw tiba-tiba menyuruh membuka Google dan mencari sesuatu yang udah jelas2 kemarin nggak gw temuin.
Pintar itu relatif dan bodoh itu mutlak. Jadi, setelah 3 hari berlalu, ternyata kebodohan gw itu masuk yang mutlak itu. DEWI…DEWI!!!
PS:
Catatan Pencarian Jati Diri di Baciro, Jogjakarta.
